Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan

Pasca Merapi meletus dan sebelum Gunung Bromo dinyatakan 'awas', beberapa gunung berstatus 'waspada' dipantau secara serius termasuk Anak Krakatau.

Tak hanya dipantau ahli gunung Indonesia, Anak Krakatau adalah satu dari 100 gunung berapi yang terus dipantau NASA melalui satelit Earth Observing-1 atau EO-1.

Ada dua alasan yang membuat NASA terus mengamati Anak Krakatau. Selain karena
1.Terumbu Karang Great Barrier Reef akan hilang 20 tahun kemudian.

The Great Barrier Reef akan sangat rusak oleh pemanasan air yang akan dikenali dalam waktu 20 tahun. Charlie Veron, mantan kepala ilmuwan dari Australian Institute of Marine Science, kepada The Times: "Tidak ada jalan keluar, tidak ada celah. Great Barrier Reef akan selesai dalam waktu 20 tahun atau lebih. "Begitu karbon dioksida
Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus memantau perkembangan letusan Gunung Merapi. Foto terbaru NASA yang diambil melalui fasilitas Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer (ASTER) pada Satelit Terra diambil Senin 15 November 2010.

Letusan Merapi tampak dari kamera NASA
Foto didominasi warna merah tua ini menunjukkan bahaya aliran priroklastik Merapi. Longsoran