Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Puluhan Ribu Manuskrip Kuno Indonesia Ada di Leiden
Sedikitnya terdapat sekitar 26.000 manuskrip kuno Indonesia yang saat ini berada di Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda.

"Jumlah manuskrip kuno Indonesia di luar negeri memang sangat banyak, angka 26.000 itu belum ditambah dengan berbagai dokumen bersejarah lain yang ada di Inggris, Malaysia, dan negara-negara lain," kata Kepala Perpustakaan Nasional RI Sri Sulasih.

Jumlah tersebut tergolong sangat banyak. Perpustakaan Nasional RI kini hanya memiliki 10.300 manuskrip kuno. Dengan kata lain, dokumen penting yang kini berada di Leiden 2,5 kali lipat lebih banyak dibanding yang berada di negara asalnya.

"Kami kesulitan untuk mengembalikan manuskrip-manuskrip di luar negeri ke Indonesia karena perpustakaan di luar negeri memperoleh kertas bersejarah tersebut dengan membeli, artinya mereka sudah berinvestasi. Dibutuhkan dana yang sangat besar untuk membeli kembali naskah asli tersebut," katanya.

Menurut Sri, perpustakaan di Leiden hanya memberi Indonesia satu naskah tiruan sedangkan naskah asli tetap di simpan di perpustakaan Belanda.

Kini yang dilakukan Perpustakaan Nasional RI antara lain adalah terus menggali dan mengumpulkan berbagai dokumen penting bersejarah dari daerah.

"Kami meminta perpustakaan daerah untuk mengumpulkan catatan-catatan bersejarah, bahkan jika perlu membelinya," ujarnya.

Sumber

Baca juga
9out of 10 based on 211122 ratings. 9 user reviews.
Salah satu dari gurun terkering yang ada di dunia, Gurun Sahara Tenere, adalah tempat tinggal yang nyaman dan subur bagi dua penduduk pada Sejarah Zaman Batu. Hal itu terungkap dari temuan situs pemakaman terbesar dari masa itu.
Sejarah asal-usul Gurun Sahara Dulu Pernah Hijau

Situs arkeologi Gobero di Niger, Afrika, ditemukan oleh Paul Sereno dari University of Chicago, ketika dia melakukan ekspedisi mencari dinosaurus. Situs itu digunakan sebagai pemakaman oleh dua penduduk yang berbeda ketika Sahara masih berupa lahan hijau.

Pemeriksaan seksama terhadap 67 kuburan--sepertiga dari 200 lubang di situs itu--telah mengungkap gaya hidup pemukim wilayah hijau yang kini berubah menjadi gurun pasir. "Orang pertama yang menggunakan pemakaman Gobero adalah Kiffian, pemburu-pengumpul yang tingginya dua meter," kata salah satu anggota tim, Elena Garcea, dari University of Cassino, Italia.

Postur tubuh suku Kiffian yang besar itu menguatkan dugaan peneliti bahwa makanan amat berlimpah pada masa mereka tinggal di kawasan itu, antara 10.000 dan 8.000 tahun lampau. Ujung harpun yang ditemukan dekat makan menunjukkan bahwa Kiffian adalah pemburu andal. Para ilmuwan memperkirakan suku itu tinggal di tepi sebuah danau karena mereka juga menemukan tulang binatang padang rumput.

Semua jejak Kiffian hilang secara tiba-tiba pada sekitar 8.000 tahun lalu ketika Sahara menjadi amat kering selama ribuan tahun. Saat hujan kembali, populasi manusia yang berbeda, Suku Tenerian, yang bertubuh lebih pendek, langsing, dan anggun, tinggal di sana. Tulang dan artefak peninggalan masa itu menunjukkan bahwa mereka beternak, berburu, dan mencari ikan dengan peralatan yang tidak memerlukan kekuatan fisik seperti pada era Kiffian.

Penemuan yang paling mengagumkan sejauh ini adalah sebuah makam berisi seorang perempuan dan dua anak yang saling berpelukan. Mereka berbaring dengan beralaskan bunga. "Posisi mereka diatur dengan hati-hati," kata Garcea. "Ini mengindikasikan mereka memiliki kepercayaan spiritual dan memperhatikan orang yang telah meninggal."

Dalam laporan yang dipublikasikan jurnal PloS ONE itu, para ilmuwan berharap bisa mempelajari cara penduduk beradaptasi terhadap perubahan iklim. "Lingkungan banyak berubah pada beberapa peristiwa dalam waktu amat singkat, dan kami dapat membaca catatan unik ini untuk merekonstruksi bagaimana mereka menghadapinya," kata Garcea.

Sumber
9out of 10 based on 211122 ratings. 9 user reviews.
Penemu yang terlupakan,Ayo siapakah Dia? - Rasanya nama Ziryab belum banyak yang tahu, meskipun sesungguhnya ia termasuk penemu (inventor) dan seniman hebat sekaliber Leonardo da Vinci.

Penemu yang terlupakan,Ayo siapakah Dia?

Ziryab (789-857 AD) atau dengan nama arab Abu I-Hasan 'Ali Ibn Nafi' adalah seorang polymath dari Persia (polymath: seseorang yang pengetahuannya tidak terbatas hanya pada satu bidang), seorang mantan budak yang kemudian menjadi ahli di berbagai bidang sebagai musisi, penyanyi, perancang busana, penemu, botanis, dan lainnya.

Banyak hal yang lazim kita lakukan di era modern sekarang bersumber dari "revolusi" yang dilakukan Zyrab. Diantaranya:

Penemu yang terlupakan,Ayo siapakah Dia?

1. Memperkenalkan cara makan dalam sajian resmi : soup (atau appetizer), hidangan utama (main course), lalu pudding (dessert).
2. Gelas kristal? Itu hasil penemuan Zyrab. Sebelumnya orang di zaman tersebut banyak memakai gelas dari logam atau tembikar.
3. Di dunia fashion, Zyrab membawa perubahan gaya pakaian. Saat musim dingin datang, Zyrab merancang pakaian berbahan katun hangat dan wool. Intinya, Zyrab membuat orang mengenakan pakaian sesuai musim.
4. Gaya rambut pendek bagi pria dan mencukur jenggot (shaving) dipopulerkan oleh Zyrab.
5. Dia yang mempromosikan mandi dua kali sehari.
6. Menemukan pasta gigi seperti yang kita pakai sekarang.
7. Menemukan deodoran.



Sumber
Infoinfo unik Review Rating: 85 out of 100 based on32012 reviews.